{"id":18,"date":"2026-08-07T04:58:18","date_gmt":"2026-08-07T04:58:18","guid":{"rendered":"https:\/\/kortasnews.com\/?p=18"},"modified":"2026-08-07T04:58:18","modified_gmt":"2026-08-07T04:58:18","slug":"dokter-spesialis-dilaporkan-ke-polres-sampang-pedagang-ngaku-dianiaya-hingga-diancam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kortasnews.com\/?p=18","title":{"rendered":"Dokter Spesialis Dilaporkan ke Polres Sampang, Pedagang Ngaku Dianiaya hingga Diancam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><b><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhXw8M_ieodxv14tB5SwI-fMyVLmOzdL5hIc_AboN2Qftn3xrVMfrGPqHb9i4mNuB_dYs1sk5579mkCQrf4bqX5KXmwuJ9INaTf6gDms9p7b37l6J8h1SOOaAgBn7xHLsopOURxf1nVsBJO1lWiZdl79S6S1n-5tsNUg9otZUW8pEzTEFNht0P6Qg0K3_Qb\/s1536\/159486.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"1024\" data-original-width=\"1536\" height=\"213\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhXw8M_ieodxv14tB5SwI-fMyVLmOzdL5hIc_AboN2Qftn3xrVMfrGPqHb9i4mNuB_dYs1sk5579mkCQrf4bqX5KXmwuJ9INaTf6gDms9p7b37l6J8h1SOOaAgBn7xHLsopOURxf1nVsBJO1lWiZdl79S6S1n-5tsNUg9otZUW8pEzTEFNht0P6Qg0K3_Qb\/s320\/159486.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/b><\/div>\n<p><b><br \/>SAMPANG (KORTAS NEWS) <\/b>Perselisihan antara seorang dokter Spesialis berinisial M dengan pedagang kaki lima bernama Munir Asala Jl. Mutiara Kelurahan banyuanyar Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang, kini berujung ke ranah pidana, Dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit di Kabupaten Sampang itu dilaporkan ke Polres Sampang atas dugaan tindak pidana penganiayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan tersebut telah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sampang pada 13 Juli 2026, sebagaimana tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor: STTLP\/243\/VII\/2026\/SPKT\/POLRES SAMPANG\/POLDA JAWA TIMUR.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan kronologi dalam laporan polisi, persoalan bermula ketika dokter berinisial M meminta Munir menghentikan aktivitas berjualan di trotoar yang berada di depan rumahnya Jl. Trunojoyo Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang Jawa timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Munir, alasan yang disampaikan saat itu karena asap dari aktivitas menggoreng dinilai masuk ke dalam rumah, Munir mengaku telah berjualan di lokasi tersebut selama kurang lebih lima tahun, ia membantah jika seluruh proses memasak dilakukan di tempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya sudah lima tahun berjualan di sana, yang saya goreng hanya bebek, sementara bumbu saya siapkan di rumah,&#8221; ujar Munir saat ditemui di kediamannya, Selasa (4\/8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah polemik tersebut, Munir juga menyoroti tindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang, menurut pengakuannya, petugas hanya menertibkan lapak miliknya, sementara pedagang lain yang berada tepat di sebelahnya tetap dibiarkan berjualan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Munir mengaku lapaknya sempat diobrak-abrik saat penertiban berlangsung, ia menilai tindakan tersebut menunjukkan adanya perlakuan yang tidak sama terhadap para pedagang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yang diobrak-abrik hanya dagangan saya, pedagang lain di sebelah tetap dibiarkan, kalau memang penertiban, ya seharusnya semua ditertibkan, jangan hanya saya,&#8221; keluhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya mengaku mengalami perlakuan berbeda dalam penertiban, Munir juga menyebut sempat menerima ucapan yang dianggap sebagai ancaman dari dokter berinisial M.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Awas ya kalau keluargamu sakit,&#8221; kata Munir, menirukan ucapan yang menurut pengakuannya disampaikan oleh terlapor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perselisihan itu kemudian memuncak. Berdasarkan isi STTLP, dugaan penganiayaan terjadi saat Munir sedang membereskan peralatan dagangannya.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlapor diduga mendorong kepala korban hingga membentur tembok, kemudian mencabut bambu penyangga lapak dan melemparkannya ke arah korban, akibat kejadian tersebut, bambu disebut mengenai bagian kepala dan lengan kanan Munir hingga menyebabkan luka.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merasa menjadi korban tindak kekerasan, Munir akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sampang agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan penyidik Satreskrim Polres Sampang telah memanggil dokter berinisial M, terlapor diketahui telah memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan dalam perkara tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, sikap Satpol PP yang menurut pengakuan Munir hanya menertibkan satu lapak juga memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi penegakan Peraturan Daerah terhadap pedagang kaki lima.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika memang kawasan tersebut merupakan area yang dilarang untuk berjualan, penegakan aturan semestinya dilakukan secara menyeluruh tanpa membedakan satu pedagang dengan pedagang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari dokter berinisial M terkait substansi laporan dugaan penganiayaan tersebut. (KN)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMPANG (KORTAS NEWS) Perselisihan antara seorang dokter Spesialis berinisial M dengan pedagang kaki lima bernama Munir Asala Jl. Mutiara Kelurahan banyuanyar Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang, kini berujung ke ranah pidana, Dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit di Kabupaten Sampang itu dilaporkan ke Polres Sampang atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Laporan tersebut telah diterima [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-18","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-peristiwa"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kortasnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kortasnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kortasnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kortasnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kortasnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kortasnews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kortasnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kortasnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kortasnews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}