Breaking News

Deteksi Dini Kamtib, Lapas Narkotika Pamekasan Kerahkan K9 Ayu Bersama Brimob, Polres, Kodim dan BNNK Sisir Blok Hunian

Dini - Pewarta
3 menit baca•505 tayangan
DOK. FOTO : Petugas BNNK Sumenep bersama personel Satbrimob Polda Jawa Timur memeriksa barang temuan berupa paket kristal putih yang diduga narkotika di dalam lemari kamar hunian warga binaan saat razia gabungan deteksi dini gangguan kamtib di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Senin (21/9/2026) malam.

PAMEKASAN (KORTASNEWS) – Langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) kembali dilakukan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. Menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) lintas instansi, Lapas Narkotika Pamekasan menggelar razia gabungan blok hunian pada Senin (21/9/2026) malam.

Operasi yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dipimpin langsung Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan, Amd.IP., S.H., M.H. Razia melibatkan kekuatan penuh, mulai dari jajaran pejabat struktural dan petugas Lapas, personel BNNK Sumenep, Polres Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan, hingga Satbrimob Polda Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta wujud komitmen Lapas Narkotika Pamekasan dalam mewujudkan Lapas Bersih dari Narkoba (Bersinar) dan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Anjing Pelacak K9 Ayu Diterjunkan Sisir Titik Rawan

Tidak seperti razia biasa, kali ini Lapas Narkotika Pamekasan mengerahkan anjing pelacak K9 andalannya bernama “Ayu” untuk membantu menyisir blok hunian. Ayu diterjunkan untuk mendeteksi barang-barang mencurigakan di sudut kamar, kolong tempat tidur, hingga area brandgang dan titik-titik yang dinilai rawan menjadi tempat penyimpanan barang terlarang maupun jalur pelarian.

Seluruh kamar hunian warga binaan digeledah secara menyeluruh, humanis namun tegas. Petugas gabungan memeriksa setiap detail dengan teliti.

Dari hasil penyisiran tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam blok hunian, yakni 5 buah botol kaca, 4 buah tali kawat, 7 buah pisau modifikasi rakitan, 8 buah korek api, dan 6 set kartu remi. Seluruh temuan didata dalam berita acara dan diamankan untuk dimusnahkan sesuai prosedur.

Tes Urine 53 Orang, Hasil Negatif Semua

Usai razia, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine sebagai bukti nyata komitmen Bersinar. Sebanyak 13 petugas Lapas dan 40 warga binaan yang dipilih secara acak menjalani tes urine dengan alat uji 6 parameter di bawah pengawasan ketat BNNK Sumenep dan Satresnarkoba Polres Pamekasan.

Hasilnya, seluruh 53 orang dinyatakan NEGATIF (-) dari penyalahgunaan narkotika.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan, menyampaikan apresiasi atas soliditas APH yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada BNNK Sumenep, Polres Pamekasan, Kodim 0826, dan Brimob Polda Jatim. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas. Sinergi ini harus terus kita jaga dan perkuat,” ujar Kusnan.

Sementara itu, Plt. Kepala BNNK Sumenep Wahyu Purnomo, S.H., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah sinergi nyata antarinstansi.

“Hasil penggeledahan dan tes urine hari ini menjadi bagian dari upaya bersama memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan bersih dari penyalahgunaan narkotika. Hasil tes urine seluruhnya negatif. Kami mengapresiasi langkah Lapas Narkotika Pamekasan yang terus membangun sinergi dalam mendukung program P4GN,” ungkap Wahyu.

KBO Satresnarkoba Polres Pamekasan, Slamet Wahyudi, S.H., juga memberikan imbauan kepada warga binaan untuk menjadikan masa pidana sebagai momentum perbaikan diri dan tidak lagi terlibat narkoba.

“Jalani masa pidana dengan baik, ikuti program pembinaan, dan manfaatkan kesempatan untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Seluruh rangkaian razia gabungan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Warga binaan bersikap kooperatif selama proses penggeledahan.

Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan berkomitmen akan terus menggelar razia dan tes urine secara berkala sebagai langkah preventif berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba.

 

 

 

 

Pewarta : Rina

Berita Lainnya

Artikel Pilihan