SAMPANG (KORTASNEWS )Warga Dusun Kaseran, Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, digegerkan dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan gudang pengolahan kayu atau somel, pada Rabu (30/09/2026) siang.
Gudang yang diketahui milik H. Jappar tersebut terbakar hebat sekitar pukul 11.30 WIB. Api dengan cepat membesar karena banyaknya material kayu dan serbuk gergaji yang mudah terbakar di dalam gudang.
Danramil 0828/01 Sampang, Lettu Inf. Murakip, menjelaskan kronologi kejadian bermula saat para pekerja yang sedang beraktivitas di dalam gudang melihat kepulan asap dari arah barat gudang.
Setelah dicek, ternyata api berasal dari tumpukan serbuk kayu. Para pekerja sempat panik dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya menggunakan ember berisi air.
“Namun karena angin cukup kencang dan material sangat mudah terbakar, api tidak bisa dikendalikan. Salah satu pekerja kemudian melapor ke Damkar,” ungkap Lettu Murakip.
Mendapat laporan sekitar pukul 12.00 WIB, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Sampang langsung menerjunkan 2 unit mobil Damkar yang tiba di lokasi pada pukul 12.03 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Tak hanya Damkar, unsur TNI-Polri juga bergerak cepat. Personel dari Koramil 04/Torjun, Koramil 01/Sampang, dan Polsek Torjun turut membantu proses pemadaman bersama warga.
Kodim 0828/Sampang bahkan mengerahkan 1 unit Water Tank TNI AD untuk membantu suplai air. Water Tank tersebut tiba di lokasi pada pukul 12.55 WIB.
Proses pemadaman berlangsung hampir dua jam. Api akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya pada pukul 13.45 WIB dan situasi dinyatakan aman kondusif pada pukul 13.50 WIB.
“Alhamdulillah, untuk korban jiwa nihil. Yang terbakar itu dinding bagian barat dan tumpukan kayu olahan di sisi barat. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 100 juta,” jelas Lettu Murakip.
Terkait penyebab kebakaran, pihaknya mengungkapkan dugaan awal berasal dari kelalaian manusia.
“Dugaan awal penyebab kebakaran karena ada buangan puntung rokok yang dibuang sembarangan dan mengenai tumpukan serbuk kayu. Karena serbuk kayu itu sangat sensitif dan mudah sekali terbakar,” pungkasnya.
Pewarta: Rin
