SAMPANG (KORTASNEWS ) Ketenangan siang di Dusun Lembung, Desa Mlakah, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, mendadak pecah pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Hutan bambu yang berada di dekat permukiman warga terbakar, memicu kepanikan dan pengerahan petugas gabungan ke lokasi.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Seorang warga, Juhair, melihat kobaran muncul dari rumpun bambu di depan kediamannya. Karena vegetasi di sekitar lokasi dalam kondisi kering, api dengan cepat merambat ke semak belukar di sekitarnya.
Menyadari bahaya yang mengancam, Juhair langsung menginformasikan peristiwa tersebut lewat pengeras suara di musala setempat. Siaran darurat itu membuat warga berdatangan ke titik kebakaran dan secara spontan berupaya memadamkan api menggunakan sarana yang ada.
Upaya warga kemudian didukung aparat. Sekitar pukul 13.15 WIB, piket Polsek Jrengik menerima laporan dari masyarakat. Bripka Dedi yang menerima laporan itu segera menghubungi Damkar Kabupaten Sampang agar segera diterjunkan ke lokasi.
Tak lama berselang, Bripka Dedi bersama Babinsa Koramil 0828/06 Jrengik, Serda Agung, tiba di lokasi. Keduanya bergabung bersama perangkat desa dan warga untuk menahan laju api sambil menunggu bantuan pemadam.
Armada Damkar tiba sekitar pukul 13.30 WIB. Satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air pendukung langsung diarahkan ke titik api. Petugas dengan sigap menyemprotkan air ke area yang terbakar, dibantu warga yang tetap bertahan di sekitar lokasi.
Sekitar 30 menit setelah Damkar beroperasi, api berhasil dikuasai. Pada pukul 14.00 WIB, kobaran api dinyatakan padam. Petugas kemudian melanjutkan tahap pendinginan dan pemeriksaan titik bara guna mencegah timbulnya api susulan.
Proses penanganan dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 14.15 WIB. Seluruh rangkaian berjalan aman tanpa menimbulkan korban jiwa.
Adapun kerugian yang tercatat adalah lahan hutan bambu dan semak belukar seluas kurang lebih 50 meter persegi yang hangus.
Hasil penelusuran awal di lapangan mengarah pada dugaan puntung rokok yang dibuang sembarangan. Bara kecil yang jatuh ke tumpukan daun kering diperkirakan menjadi pemicu kebakaran, diperparah oleh cuaca kering di wilayah tersebut.
Sebagai tindak lanjut, aparat memberikan edukasi langsung kepada warga setempat. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok maupun sisa bara di area yang mudah terbakar, serta segera melaporkan kepada aparat bila menemukan potensi kebakaran di musim kemarau.
Rindi
