Breaking News

Kunjungan Akademik ke Lapas Narkotika Pamekasan, 25 Mahasiswa Hukum Surabaya Bedah Program Pembinaan WBP

Dini - Pewarta
2 menit baca•43 tayangan
Dok/foto: Mahasiswa Hukum Universitas Kusuma Surabaya saat mendengarkan penjelasan dari Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Narkotika Pamekasan di area pembinaan kemandirian pangkas rambut, Rabu 14/10.( Foto: Rindi)

PAMEKASAN (KORTASNEWS ) – Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan menerima kunjungan akademik dari Fakultas Hukum Universitas Kusuma Surabaya, Rabu (14/10/2026).

Sebanyak 25 mahasiswa hadir untuk mempelajari secara langsung pelaksanaan sistem pemasyarakatan, khususnya terkait program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Umi Enggarsasi, S.H.,M.Hum. selaku penanggung jawab rombongan. Kedatangan mereka disambut oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan, di Aula Sahardjo.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan kampus, dilanjutkan dengan paparan umum dari Kalapas mengenai tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Kusnan menjelaskan bahwa orientasi Lapas saat ini tidak hanya pada aspek pengamanan, tetapi lebih menitikberatkan pada pembinaan dan rehabilitasi.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, jajaran pejabat struktural turut memberikan materi.

Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) menjelaskan pembinaan kepribadian, Ka. Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) menguraikan pola pengamanan, dan Kasi Kegiatan Kerja (Giatja) memaparkan pembinaan kemandirian sebagai bekal reintegrasi sosial.

Setelah sesi materi, mahasiswa diajak meninjau langsung berbagai fasilitas yang ada di dalam Lapas. Mereka melihat secara dekat program pembinaan kemandirian, seperti peternakan ayam petelur, sektor pertanian, fasilitas pangkas rambut, hingga hasil karya warga binaan.

Rombongan juga mengunjungi sejumlah fasilitas layanan, mulai dari klinik kesehatan, Wartelsuspas sebagai sarana komunikasi resmi warga binaan dengan keluarga, dapur sehat yang menjadi pusat pengolahan makanan, hingga kamar hunian dan fasilitas rehabilitasi narkotika.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan, mengatakan bahwa kunjungan akademik seperti ini menjadi sarana penting untuk memberikan edukasi yang objektif kepada kalangan akademisi mengenai praktik pemasyarakatan yang sebenarnya.

“Kami ingin memberikan gambaran bahwa Lapas adalah tempat pembinaan. Di sini warga binaan dibina kepribadiannya, diberikan keterampilan, dan direhabilitasi agar memiliki bekal positif ketika kembali ke masyarakat. Harapannya stigma negatif tentang Lapas bisa diluruskan,” ujar Kusnan.

Sementara itu, Prof. Dr. Umi Enggarsasi menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Lapas Narkotika Pamekasan. Menurutnya, studi lapangan ini sangat membantu mahasiswa dalam menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.

“Mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana sistem pemasyarakatan dijalankan, mulai dari pembinaan, pengamanan, pelayanan, hingga rehabilitasi. Pengalaman ini tentu akan memperkaya wawasan dan membangun perspektif yang lebih objektif mengenai pemasyarakatan,” kata Prof. Umi.

Kunjungan akademik tersebut berlangsung tertib, interaktif, dan penuh antusias. Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan demi mewujudkan pemasyarakatan yang humanis, transparan, dan bermanfaat.

 

 

Pewarta : Rindi

Berita Lainnya

Artikel Pilihan